
Memasuki bulannya Fuji Rock Festival, tiba-tiba gue kepikiran buat berbagi cerita sedikit tentang pengalaman pertama gue hadir di festival itu.
Jadi gini, ciah pake awalan. Kebetulan karena beberapa tahun awal kerjaan gue selalu berhubungan dengan musik, dan beruntungnya ketemu sama orang-orang yang minat sama musik juga, nggak bisa dipungkiri itu jadi faktor buat gue untuk ngulik hal-hal yang berkaitan. Salah satunya gue punya kesempatan buat nonton dan ngejar live performance musisi kesukaan gue, baik itu mini showcase, concert atau festival.
Singkat cerita, Juli 2017 lalu akhirnya gue kesampean berangkat ke Fuji Rock Festival bersama beberapa kerabat buat pertama kalinya.
Fuji Rock sendiri adalah sebuah festival yang diadain dipertengahan tahun, dan menjadi festival musik outdoor terbesar di Jepang. Kenapa namanya Fujirock? Karena pada tahun pertama, acara ini diadain di Gunung Fuji, tapi karena satu dan lain hal akhirnya di pindah ke Naeba Ski Resort, Yuzawa, Niigata, sejak tahun 1999 sampe sekarang.
Day – 1 // Perjalanan ke Fuji Rock Festival:
Gue mendarat di Tokyo via Bandara Haneda, H-1 acara di pagi hari, dan kita bergegas ke Tokyo Station. Dari Tokyo Station, gue dan tim akan menuju stasiun Echigo-Yuzawa (stasiun pemberhentian terakhir ke Fuji Rock Festival) via jalur kereta cepat atau Shinkansen. Kalo gak salah harganya 800-850 ribu rupiah sekali jalan. Sebenernya bisa naik bis juga kesana, tapi waktunya akan lama banget, sedangkan via Shinkansen cuma 1,5 apa 2 jam kalo nggak salah.
Yang menarik adalah, ketika lo di platform Shinkansen Tokyo Station yang ke Echigo Yuzawa, hawanya akan berasa beda banget, karena ketika sampe di platformnya, lo akan disuguhin pemandangan ratusan orang baris dengan perangkat camping lengkap menghiasi tubuh mereka. Ada yang bawa carrier, tenda, trolley, dan segala atribut pendukung. Gue pas disitu langsung, “Waaah seru abissss, vibenya udah berasa..”, maaf rada norak, namanya juga pertama. Selow.
Kemudian siang menjelang sore, kita sampe di Stasiun Echigo-Yuzawa, dan disana lo akan liat banner-banner Fuji Rock terpampang, dan udah disiapin shuttle bus yang nggak abis-abis untuk nganter lo ke Fuji Rock, dengan harga yang murah dan waktu tunggu yang nggak lama. Sementara perjalanan ke venue pun sekitar 45 menit dari stasiun. Capek tinggal tidur, nggak bisa tidur jangan khawatir, karena pemandangan selama 45 menit itu ciamik, perbukitan dan pemukiman warga.
Day-1 // Sampai di Fuji Rock Festival:
Loh ko dari H-1 udah ke venue? Waktu itu gue dan tim beli tiket 3 days-pass + camp site. Jadi kita nggak pulang pergi tiap harinya dari hotel, tapi kita nginep di camp site yang udah disediakan. Cuma lahannya aja, tenda bawa sendiri. Mau sewa disana juga bisa, cuma harganya lumayan banget.
Buat yang beli tiket + camp site, pengunjung udah bisa dateng dari H-1 untuk cari lahan kemah, dan bangun tenda. Lahannya besar, jangan takut nggak dapet, tapi baiknya dateng siang, karena kalo kalian telat sedikit pasti udah tinggal dapet tempat yang kurang enak dan miring datarannya. Tidur ditenda merosot cui. Nah tapi nggak cuma itu, Area festival beberapa juga udah mulai ada kehidupan, kaya tempat-tempat jajanan, music performance dan kalo nggak salah ada kaya opening ceremony gitu deh / simbolis aja. Buat yang camping, ini saat yang tepat buat kalian mapping lahan festivalnya, karena emang kawasannya cukup memanjang. Selain itu juga, untuk booth merchandise official Fuji Rock juga udah bisa dibeli dari H-1, sementara untuk merchandise band baru dijual pada hari festivalnya.

The Day // Fuji Rock Festival:
Hari yang dinanti tiba juga, selain karena penasaran experience-nya, tahun itu kebetulan line up nya juga gila, at least buat pribadi. Gue dateng untuk nonton Gorillaz, LCD Soundsystem, Real Estate, The Avalanches dan Temples. Tapi selain itu, nama-nama kaya Aphex Twin, Bjork, Queens of The Stone Age, The XX dan Lorde juga meramaikan Fuji Rock Festival 2017.

Entrance gate Fuji Rock ada dua, sepengetahuan gue. Ada main gate untuk pengunjung pada umumnya, dan juga ada gate kecil buat akses dari camp site. Nah kalo kita masuk dari camp site, setelah itu di sebelah kiri akan ada tanjakan menuju sebuah stage terpencil gitu diatas bukit yang isinya DJ-DJ, dan stage itu disebut “Daydreaming & Silent Breeze”. Buat menuju ke stage itu, kita mesti naik gondola dengan biaya sekitar 1.500 Yen, ngelewatin beberapa bukit selama setengah jam dengan pemandangan venue Fuji Rock tepat dibawah kita, hingga akhirnya sampe di sebuah pekarangan resort yang dijadiin tempat pesta.
Fuji Rock punya 4 stage utama, yaitu Green Stage, White Stage, Red Marquee dan Field of Heaven, serta beberapa stage kecil. Buat lo yang laperan tapi males keluar jauh-jauh jangan kuatir, karena disana ada beberapa food corner, salah satu area terbesarnya disebut Oasis, tepat disebelah Red Marquee.
Yang bikin Fuji Rock berkesan banget buat gue, mereka sadar Festival ini buat segala usia dari berbagai kalangan. Jadi meskipun harus trekking untuk menjelajah semua area, mereka mikirin banget akses yang aman buat seluruh pengunjung. Buat kalian yang pergi bareng keluarga dan bawa anak, mereka menyediakan corner namanya Kids Land dengan berbagai wahana dan pertunjukan untuk anak-anak. Kemudian Rundown, soal rundown mungkin mirip-miriplah kaya festival lain, dan karena jarak antara stage lumayan, kalian harus milih prioritas kalian pastinya. Tapi yang menarik adalah, kayanya mereka sangat apresiatif dengan konten/artis lokal mereka, yang mungkin banget ditempatin diantara beberapa headliner secara rundown. Dan penonton lokal mereka, ngasih apresiasi juga dengan menonton artis lokal tersebut. Jadi bukan jaminan, line-up dari mancanegara ditonton lebih banyak orang. Hal yang keren buat gue.
Kalo dari stage, meskipun Green Stage adalah panggung utama, tapi yang paling berkesan buat gue adalah Field of Heaven. Stage ini bisa dicapai melalui jalan setapak dari kayu, setelah kalian ngelewatin White Stage. Jalan setapak ini berada dibawah pohon-pohon rindang, yang di sisi kanannya kalian akan disuguhin pemandangan sungai. Ketika kalian diperjalanan menuju Field of Heaven, kalian akan nemuin stage kecil gitu dari rumah pohon yang nampilin street musician gitu. Sesampainya di area Field of Heaven, akan berasa banget kultur Hippie disana, mulai dari gate, stage, tennant sampe ke instalasi dan pernak-pernik yang dijual. Bisa dibilang, area yang paling ‘instagramable’ hahaha.

Ada beberapa hal yang mesti diperhatiin biar kalian bisa menikmati festivalnya dengan nyaman, terutama untuk perlengkapan dan atribut yang kalian pake. Biarpun sedang summer disana, tapi tetep festival ini digelar di dataran tinggi, karena pas winter memang kawasan ini jadi tempat ski. Jadi pastiin kalian siapin pakean yang nyaman dan aman buat segala cuaca. Nyaman duluan, gaya belakangan. Pastiin lo bawa kaos yang nyaman, dengan luaran sweater atau jaket, kemudian celana dengan bahan yang pas buat trekking, dan juga sendal/sepatu outdoor (baiknya si begitu). Ditambah, sebagian besar medannya memang tanah dan rerumputan, jadi hindarin sepatu dengan warna terang yang gampang kotor kali ya. Satu lagi, disana rawan banget diguyur hujan, yang gue denger sih hampir tiap tahun pasti ada hujannya, kalo pas gue disana 2 hari kena ujan, bahkan tahun lalu taifun. Jadi kalian memang mesti prepare Jaket dan jas ujan juga.
Dan harus diinget, terutama buat kalian yang camping, karena akan kesusahan dari akses listrik, jadi kalian baiknya bawa powerbank yang cukup buat 3-4 hari disana. Apalagi buat yang anak socmed banget. Pengen tetep update, ya gue juga si kalo pas disana mah.
Transportasi Menuju Fuji Rock Festival:
– Mendarat di Tokyo via Haneda / Narita.
– Kereta menuju Tokyo Station.
– Joetsu Shinkansen dari Tokyo Station ke Echigo-Yuzawa Station (sekitar 1,5 jam dengan harga sekitar 6.500 Yen)
– Shuttle Bus dari Echigo-Yuzawa Station menuju venue (sekitar 45 menit dengan harga sekitar 500 Yen)
Kurang lebihnya itu kali ya yang bisa gue bahas, semoga tulisan ini cukup membuat rindu buat kalian yang udah pernah dateng, dan bikin pengen buat kalian yang belum pernah. Percaya sama gue, sekali seumur hidup mesti coba sih kalo kalian emang seneng experience festival. Karena ternyata nggak cuma menurut gue sih, gue coba bertanya ke beberapa kerabat soal pengalaman mereka hadir di Fuji Rock Festival. Ada Adit Insomnia (Host/Announcer), Xandega (Musician/Polka Wars); Satria Ramadhan (Manager Band/SRM Bands); Vinodii (Photographer), dan ini kata mereka:
Apa cerita berkesan lo di Fuji Rock?
Adit Insomnia: “Pertama kali gue kesana tahun lalu, kena taifun 8 jam di tenda.”
Xandega: “Berada dalam pihan hidup waktu itu mau menghabiskan set Aphex Twin atau cabut early untuk nonton LCD Soundsystem dari awal.”
Satria Ramadhan: “Pas cuaca di Fuji Rock 2018 lagi kena badai angin, saya dan rombongan bergotong royong nahan tenda supaya nggak roboh. Walaupun akhirnya roboh dan kita diungsikan ke ballroom di Hotel Prince. Jadi rada lebih nyaman sih haha. Oh iya pas 2014, karena pas lebaran jadi ngerasain lebaran di Konjen Tokyo bersama orang Indo yang disana.”
Vinodii: “Paling berkesan pas nemu stage di tenda kecil yang mainin drum n bass terus sisi sebaliknya mainin deep house gitu, enak banget pas ujan. Dan ada satu sih yang sad pas MGMT udah depan mata manggung di Red Marquee, gue sesek nafas dan ngalah dulu keluar. Eh ternyata malah gak bisa masuk lagi karena ujan deres dan orang merapat masuk. Jadilah gue mewek pas lagu “Time to Pretend” diputerin gue denger dari luar doang.”
Apa yang spesial dari Fuji Rock dan bikin lo mau balik lagi?
Adit Insomnia: “Konsep acara dan line-up nya. Lebih experiencenya sih gak bisa kebayar dan lo dapetin di Indonesia.”
Xandega: “Kayanya gak ada lagi festival yang kaya gitu experiencenya. Hiking & festival jadi satu. Nyaman, tentram, rapi, bersih, tapi olahraga juga dan line-upnya selalu jawara. Selalu mau kesitu kalo ada duit hahaha. Oh iya currnya jawara dunia disono.”
Satria Ramadhan: “Suasananya yang priceless sih. Mau siapapun yang tampil di line-upnya (walaupun line-upnya juga bikin hati senang). Saya selalu bersyukur bisa berada ditengah-tengah euphoria festivalnya.”
Vinodii: “Buat gue festivalnya sekeren itu experiencenya. Ditambah line-up yang banyak banget yang gue suka setiap tahunnya, dan gue masih ngerasa belom explore semua experience-nya. Biarpun udah 3 kali kesana, tapi tiap tahun selalu ada temuan baru sih haha..” Gimana?
Udah cukup ngebuat kalian tertarik belom? hehe. Tahun ini sendiri, gue punya kesempatan lagi untuk berangkat kesana dengan membawa beberapa orang rombongan bersama Vinodii dan temen-temen dari @jepanglowbudget, dengan line-up The Chemical Brothers, Sia, The Cure, dan masih banyak lagi. Intinya cuma pengen berbagi, dan semoga kita ketemu di suatu kesempatan ya. Kalo mau ngobrol-ngobrol bisa DM instagram aja kali ya di @bobbyichaniago, monggo gaes. Sebagai penutup gue akan ngasih video vlog boss gue di Fuji Rock yang lumayan berimpact bikin orang berangkat kesana, namanya Renggo Adjie. Semoga makin kegambar ya. Ini dia: https://www.youtube.com/watch?v=pU2jNQxnglg
Wassalam!
